Kebakaran ditempat pembuangan sampah di Universitas Hasanuddin sering kali terjadi akhir-akhir ini dugaan sementara akibat akumulasi berbagai jenis sampah, terutama sampah organik, menghasilkan gas metana, yang dikenal mudah terbakar. Ditambah dengan kondisi musim kering dan sinar matahari yang panas, potensi kebakaran menjadi sangat tinggi. Langkah mengelola sampah organik dengan baik akan membuat setidaknya 50 persen dari total volume sampah di tempat pembuangan dapat dikurangi, sekaligus mengurangi potensi kebakaran akibat gas metana. Tidak ada korban luka dalam kejadian ini, beruntung kebakaran cepat diketahui dan dilaporkan warga kampus untuk dilakukan pemadaman sehingga api tidak menyebar makin luas ke lahan dan bangunan di sekitarnya. api berhasil dipadamkan pada pukul 22.00 Wita.

Kebakaran sampah pertama kali, dilaporkan oleh salah seorang pegawai sekitar pukul 19.03 Wita yang kebetulan melintas dan melihat asap dan api karena khawatir kebakaran meluas akhirnya melaporkan ke pihak sekuruti kampus dengan sigap satuan pengamanan melakukan sterilisasi area dan menghubungi pihak Tanggap Darurat untuk dilakukan penangan sesuai prosedur. Selama proses pemadaman 5 armada mobil pemadam kebakaran yang di luncurkan ke lokasi dan langsung melakukan pemadaman. Dalam waktu yang cepat petugas berhasil memadamkan area sekitar 20 meter persegi sampah yang terbakar.